DEPOKnews - Puasa memiliki manfaat
yang besar bagi tubuh, salah satunya dapat menurunkan kolesterol jahat.
Menurut para ahli gizi, puasa memberikan efek positif terhadap
metabolisme tubuh. Dengan berpuasa, dapat membantu menurunkan kadar
kolesterol, trigliserida, dan risiko diabetes.
Hasil penelitian di Dubai Uni Emirat Arab
(2012), seperti dikutip dari Gulf News, menunjukkan puasa dapat
meningkatkan kandungan lipid, menurunkan kolesterol jahat, dan
trigliserida. Kepala Departemen Kardiologi Intervensional di American
Hospital Dubai, dr Omar Kamel Hallak, mengatakan hasil penelitian
menunjukkan penurunan kandungan triglyceride (TG) sekitar 15 persen dan
10,9 persen low-density lipoprotein cholesterol (LDL).
Kedua komponen tersebut merupakan dua
faktor risiko utama pemicu penyakit jantung. Sementara itu, kadar HDL
mengalami kenaikan. Hasil penelitian menunjukkan, kenaikan HDL hingga 11
persen dari 37,1 mg/dl menjadi 41,19 mg/dl. ‘’Hasil studi tersebut
menunjukkan kenaikan rata-rata HDL, sementara LDL dan trigliserida
turun. Ini mengurangi risiko serangan sakit jantung,’’ kata Hallack.
Hallack menjelaskan, kadar kolesterol
darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh
darah, tetapi selama puasa ini akan menurun. Hal ini kemungkinan
disebabkan perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali
sehari sehingga asupan lemak juga akan menurun.
Namun, manfaat ini akan dicapai bila pola
makan saat puasa diatur dengan baik. Untuk itu, sebaiknya menghindari
makanan gorengan saat makan sahur dan berbuka. Minyak goreng mengandung
zat yang berpotensi meningkatkan kadar LDL dalam tubuh.
Selain itu, hindari juga makanan
bersantan. Mengonsumsi santan berlebihan dapat memicu penyakit pembuluh
darah, seperti stroke, jantung, serta kenaikan kadar asam urat. Dan yang
tak kalah penting, makanlah secara perlahan-lahan dan tidak berlebihan
saat berbuka puasa. Sering kali sebagian orang memanfaatkan waktu
berbuka sebagai ajang balas dendam. Hal ini tidak baik bagi kesehatan
dan bisa menyebabkan kadar kolesterol, tekanan darah, hingga kadar gula
darah meningkat. *(red)

Posting Komentar